Laman

Kamis, 10 Februari 2011

coretan I

Kekerasan bernuansa SARA kembali terjadi. Dua kali berturut2, dn diprediksikan bakal menjalar jika tidak segera ditindak tegas. Sayangnya niih, kembali membawa nama Islam, sebagai agama yang mayoritas dianut bangsa Indonesia. Bisa jadi hanya dari segelintir persoon yang memantik, tapi apa akibatnya?Ya Allah....

Volume tantangan dakwah semakin meninggi. Perang urat syaraf diyakini lebih kencang. Ketika media selalu berteriak masalah HAM, menghadirkan tokoh2 yang kurang objektif sebenarnya (dalam pandangan saya). Seolah mereka kurang berani menghadirkan sumber2 yang selama ini "dituduh" melakukan kekerasan atas nama agama. Dalam pandangan saya, ketika hendak mencari titik terang, ajukanlah juga sumber2 yang "dituduh" tersebut, jadi masyarakat awam tidak mempersepsikan miring terhadap suatu agama. Namun, jalan dialog saja sebenarnya tidak cukup. Harus ada pengawalan dari hasil dialog, apapun bentuknya, kecuali dengan kekerasan tentu.

Kerukunan umat beragama, hidup berdampingan tanpa harus menyinggung prinsip hidup masing2 umat beragama. Hidup bersama dengan saling mengingatkan dan meluruskan ketika terjadi kekeliruan dalam pemahaman prinsip antar umat se-agama. Karena sesungguhnya, umat beragama menjadi benteng moral dari ancaman kebejatan2 yang menggerogoti metal suatu bangsa..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar