Laman

Kamis, 24 Maret 2011

Coretan 10

Ilmu dan kekuasaan. Dua hal yang tidak jarang sering terjadi bentrok. Keduanya memang tidk mungkin tidak untuk saling mempengaruhi. Ilmu dan kekuasaan, di dunia nyata, ibarat dua sisi mata uang. Keduanya sangat dibutuhkan bagi kelangsungan hidup umat manusia. Namun tidak jarang keduanya saling menjatuhkan.

Di tangan manusia, melalui alat bernama organisasi, dua hal itu saling diadu. Dalam dunia dakwah, mana yang lebih penting?Sifat dasar manusia yang lebih condong kepada kekuasaan, apapun embel-embel yang menyertai, bisa menepiskan peran keilmuan. Organisasi keilmuan dengan fokus interdisipliner ilmu tidak menutup kemungkinan digunakan sebagai alat untuk menyebarkan pengaruh demi merebut kekuasaan.

berbicara tentang organisasi keilmuan, ada beberapa bentuk organisasi. Ada HMJ di tingkat jurusan, ada KSS maupun KSF di tingkat fakultas, dan ada KSU di tingkat universitas. Masing-masingnya memiliki tugas dan fungsi yang berbeda dalam memandang keilmuan. HMJ dan KSS tentu sangat spesifik kajian keilmuannya, atau dengan kata lain hanya mengkaji satu bidang keilmuan. Sedangkan KSF dan KSU memiliki ranah kajian keilmuan yang lebih luas lagi. Jika melihat secara politis, keberadaan HMJ yang dikuasai oleh kawan2 da'i, tentu akan sangat menguntungkan, dan insyaALLAH akan berjalan maksimal. Namun, apakah dengan demikian lantas peran KSF dikesampingkan, bahkan "dibekukan" karena sudah tidak berfungsi lagi sebagai alat untuk merebut pengaruh?Pembentukan KSF diharapkan mampu menjadi jembatan penghubung antar HMJ di bidang keilmuan, artinya, ia menjadi sarana dalam berbagi ilmu yang menjadi spesifikasi kajian masing-masing HMJ. Dengan demikian, akan terjadi harmonisasi antar disiplin ilmu sehingga lebih bermanfaat bagi kemaslahatan umat manusia.

Kita memang membutuhkan orang-orang yang ahli di bidangnya. Namun, ketika mereka hanya mementingkan disiplin ilmunya, tanpa mau memahami disiplin ilmu lain, maka amal jama'i di bidang keilmuan tidak akan berjalan maksimal.

Sekali lagi penulis tekankan, bahwa masing-masing disiplin keilmuan pastilah saling terkait, tidak peduli setipis apapun keterkaitannya. Tugas kita, sebagai ilmuwan, cendekia, maupun yang peduli dengan masalah keilmuan adalah mempertahankan keterkaitan antar disiplin ilmu agar tidak menjadi trouble maker pada sebuah peradaban.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar